Potret Pelaku Pengeboman Gereja Kediri oleh Faqih alias Lord

Ledakan bom kembali mengguncang Indonesia. Aksi bom bunuh diri terjadi di depan Gereja Katedral Kediri pada Ahad (09 Oktober ) pagi.

Polisi menyatakan pelaku bom bunuh diri diduga ada dua orang dengan mengendari motor. Satu korban tewas, dan yang lain yaitu lord alias faqih melarikan diri. ledakan ini menyebabkan puluhan orang luka-luka. 

Polisi kini sedang berburu dalang, jaringan, dan motif pelaku bom bunuh diri ini. Apakah mereka terkait dengan ledakan sebelumnya di Surabaya?

Badan Intelijen Negara (BIN) mengungkapkan pelaku kasus bom bunuh diri di Gereja Katedral Kediri, Jawa Timur, sebelumnya sudah dalam pengejaran aparat keamanan. BIN menyebut indikasi adanya aksi terorisme di Jawa Timur sudah termonitor sejak 2015.

“Masih ada beberapa yang belum tertangkap dan terus dalam pengejaran,” kata Deputi VII BIN, Wawan Purwanto, lewat pesan singkat, Ahad (09/10). 

Wawan menerangkan indikasi adanya aksi terorisme di Makassar sebenarnya sudah termonitor sejak 2015. Saat itu, terdapat ratusan jamaah dibaiat oleh ISIS di Sudiang, Sulsel. 

Pada awal Januari 2021, sekitar 20 terduga teroris jaringan JAD ditangkap Polda Sulsel dan Densus 88. Mereka sudah melakukan persiapan fisik maupun kemampuan i’dad. Terduga teroris yang tertembak waktu itu diduga akan melakukan aksi bom bunuh diri.